Minggu, 25 April 2021

Magang 1, pertemuan ke 3

 Strategi pembelajaran.

Baiklah, kali ini saya akan menyampaikan hasil laporan bacaan saya yang mana kali ini saya mengambil judul tentang strategi pembelajaran.

Bahwasanya strategi secara umum ialah perencanaan. Jadi, setiap pembelajaran tersebut tetap ada strategi ataupun perencanaan perencanaan terlebih dahulu untuk mencapai suatu tujuan yang di inginkan. Yang mana strategi pembelajaran membutuhkanbanyak pemikiran dan Analisa untuk menjelaskan hal tersebut secara satu per satu. Pembelajaran bahasa yang efektif didasari dengan strategi yang tepat.

Strategi yang terencana mempunyai Peranan penting dalam proses Pembelajaran dalam mencapai tujuan tertentu, agar tujuan tersebut sesuai sasaran. Yang mana Strategi dalam pembelajaran ini erat kaitannya dengan teknis dalam melaksanakan pembelajaran tersebut. Agar strategi tersebut tidak menjauh dari sasaran yang ingindicapai, perlu pemahaman yang lebih. Pemahaman tersebut diawali dari stimulus pada setiap individu dalam mendorong atau memotivasi sehingga memberikan respon dalam kegiatan pembelajaran yang baik.

Srategi adalah suatu seni merancang Operasi di dalam peperangan seperti cara-cara mengatur posisi atau siasat dalam berperang, seperti dalam angkatan darat atau angkatan laut.yang mana di sini saya mengambil pengertian strategi secara umum yaitu strategi merupakan suatu teknik yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan. 

Selain itu Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi kedua (1989), strategi adalah ilmu dan seni menggunakan semua sumber daya bangsa-bangsa untuk melaksanakan kebijaksanaan tertentu dalam perang dan damai. Menurut O’Malley dan Chamot (1990), strategi adlah seperangkat alat yang melibatkan individu secara langsung untuk mengembangkan bahasa kedua atau bahasa asing. Strategi sering dihubungkan denganprestasi bahasa dan kecakapan dalam menggunakan bahasa.

Untuk memahami makna strategi secara lebih dalam, biasanya dikaitkan dengan istilah pendekatan dan metode. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995) Pendekatan adalah proses, Perbuatan, atau cara mendekati. Pendekatan merupakan sikap atau pandangan tentang sesuatu, yang biasanya berupa asumsi. Metode adalah rencana keseluruhan bagi penyajian bahan bahasa secara rapi dan tertib. Sifat sebuah metode adalah prosedural. Yangmana Strategi belajar dapat digambarkan sebagai sifat dan tingkah laku. Oxford Mendefinisikan strategi belajar sebagai tingkah laku yang dipakai oleh pembelajar agar pembelajaran bahasa berhasil, terarah, dan menyenangkan. Strategi belajar mengacu pada perilaku dan proses berfikir yang digunakan serta mempengaruhi apa yang dipelajari.

 Disini terdapat beberapa strategi pembelajaran antara lain yaitu Strategi belajar menurut Huda (1999), antara lain:

1. Strategi Utama dan Strategi Pendukung. Strategi utama dipakai secara langsung dalam mencerna materi pembelajaran. Strategi pendukung dipakai untuk mengembangkan sikap belajar dan membantu pembelajar dalam mengatasi masalah seperti gangguan, kelelahan, frustasi, dan lain sebagainya.

2. Strategi Kognitif dan Strategi Metakognitif. Strategi kognitif dipakai untuk mengelola materi pembelajaran agad dapatdiingat untuk jangka waktu yang lama. Strategi metakognitif adalah langkah yang dipakai untuk mempertimbangkan proses kognitif, seperti monitoring diri sendiri, dan penguatan diri sendiri.

3. Strategi Sintaksis dan Strategi Semantik.Strategi sintaksis adalah kata fungsi, awalan, akhiran, dan penggolongan kata. Strategi semantik adalah berhubungan dengan objek nyata, situasi, dan kejadian.

Selain itu terdapat juga Strategi pembelajaran berdasarkan klasifikasinya, yaitu,

1. Penekanan Komponen dalam Program PengajaranKomponen program pengajaran anatara lain yang berpusat pada pengajar, peserta didik, dan materi pengajaran. Berpusat pada pengajar, pengajar menyampaikan Informasi kepada peserta didik. Teknik penyajian adalah teknik ceramah, teknik team teaching, teknik sumbang saran, teknik demonstrasi, dan teknik antar disiplin.

2. Kegiatan Pengolahan Pesan atau Materi Dibedakan menjadi dua, yaitu strategi pembelajaran ekspositoris merupakan strategi berbentuk penguraian, baik berupa bahan tertulis maupun penjelasan secara verbal. Strategi pembelajaran heuristik adalah sebuah strategi yang menyiasati agar aspek-aspek dari komponen-komponen pembentuk sistem intruksional mengarah kepada pengaktifan peserta didik untuk mencari dan menemukan fakta, prinsip, serta konsep yang mereka butuhkan.

3. Pengelohan Pesan atau MateriD Dibedakanmenjadi dua, yaitu strategi pembelajaran dedukasi adalah pesan diolah mulai dari hal umum menuju kepada hal khusus. Misalnya bila pengajaran tentang kalimat tunggal, maka dimulai dengan definisi kalimat tunggal, contoh-contoh kalimat tunggal, dan dilanjutkan penjelasan ciri-ciri kalimat tunggal. Sedangkan strategi pembelajaran induksi adalah pesan diolah mulai dari hal-hal yang khusus menuju kepada konsep yang bersifat umum.

4. Cara Memproses PenemuanDibedakan menjadi dua, yaitu strategi pembelajaran ekspositoris merupakan strategi berbentuk penguraian yang dapat berupa bahan tertulis atau penjelasan verbal. Strategi penemuan (discovery)adalah proses yang mampu mengasimilasikan sebuah konsep atau prinsip. Seperti mengamati, mencerna, mengerti, menggolongkan, menduga, menjelaskan, dan membuat kesimpulan

Sabtu, 17 April 2021

Magang 1, pertemuan ke 2

Manajemen Sekolah

Baiklah, selanjutnya saya akan menyampaikan laporan hasil bacaan saya, yang mana disini saya memilih  Materi Manajemen Sekolah, yang mana materi ini manyangkut tentang manajemen sekolah yang seharusnya diterapkan disekolah demi mencapai tujuan dalam proses belajar mengajar dikelas bisa terlaksana dengan baik dan agar bisa mencapai tujuan pembelajaran sebagaimana mestinya.
Yang mana manajemen berasal dari kata to manage yang berarti mengelola, dan pengelolaan tersebut dilakukan untuk mendayagunakan sumber daya yang dimiliki secara terkoordinasi untuk mencapai tujuan tertentu.
Rohiat Rohiat (2010:14) menyatakan "manajemen merupakan untuk mengelola sumber daya yang dimiliki 
secara efektif dan efesien untuk mencapai 
tujuan harus benar-benar dipahami oleh kepala Sekolah". Sepak terjang manager dalam mengelola sumber daya di dalam sekolah akan sangat tergantung pada kompetensi (skill) kepala sekolah itu sendiri.
Manajemen memilik arti yang luas yang mana manajemen dalam arti luas adalah 
perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan secara efektif dan efesien. Yang mana apabila tujuan tersebut tercapai secara sempurna maka itu bisa menjadi kepuasan dihari kita sendiri.
 Selain itu manajemen dalam arti sempit adalah manajemen sekolah/ madrasah yang meliputi: perencanaan program sekolah/ madrasah, pelaksanaan program sekolah/ madrasah, kepemimpinan kepala sekolah/ madrasah, pengawas/ evaluasi, dan sistem informasi sekolah/ madrasah. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal harus mampu mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki oleh peserrta didik. Potensi tersebut meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.
Yang mana disini manajemen sekolah merupakan proses mengelola sekolah melalui perencanaan, pengorganisasian,vpengarahan dan pengawasan sekolah agar tercapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkannya. Dan kepala sekolah tersebut mempunyai prioritas dalam manajemen sekolah, yang mana prioritasnya itu adalah manajemen pembelajaran.

Selanjutnya manajemen sekolah mempunyai fungsi secara umum, manajemen sekolah ada empat fungsi manajemen yang mana manajemen tersebut banyak dikenal masyarakat yaitu fungsi perencanaan ( planning), yang mana fungsi perencanaan yaitu suatu kegiatan untuk membuat tujuan sekolah dengan membuat berbagai rencana untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan tersebut.
Fungsi pengorganisasian ( organizing) yang mana fungsi pengorganisasian adalah suatu kegiatan pengaturan pada sumber daya manusia dan sumber daya fisik lain yang dimiliki untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan serta mencapa tujuan.
Fungsi Pengarahan ( Directing ) Leading
Fungsi pengarahan adalah suatu fungsi kepemimpinan manajer untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja secara maksimal serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat, dinamis, dan lain sebagainya.
Fungsi Pengendalian (Controling)
Fungsi pengendalian adalah suatu aktivitas menilai kinerja berdasarkan standar yang telah dibuat untuk kemudian dibuat perubahan atau perbaikan jika diperlukan.
Fungsi (dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, 1990) berkaitan dengan jabatan (pekerjaan) yang dilakukan. Fungsi manajemen sekolah berkaitan dengn pekerjaan-pekerjaan manajemen sekolah. Fungsi-fungsi yang berkaitan dengan pengelolaan sekolah dapat diklasifikasikan menurut wujud problemnya, kegiatan manajemen dan kegiatan kepemimpinan.

Minggu, 11 April 2021

MEDIA PEMBELAJARAN DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR

 Magang 1- Media pembelajaran 


Pada tahun 1960-1965 orang mulai memperhatikan siswa sebagai komponen yang penting dalam proses belajar mengajar.

Pada tahun 1965-1970, pendekatan sistem (system approach) mulai menampakkan pengaruhnya dalam kegiatan pendidikan dan kegiatan pembelajaran. Pendekatan sistem ini mendorong digunakannya media sebagai integral dalam program pembelajaran. Setiap program pembelajaran harus direncanakan secara sistematis dengan memusatkan perhatian pada siswa. Program pembelajaran direncanakan berdasarkan kebutuhan dan karakteristik siswa serta diarahkan kepada perubahan tingkah-laku siswa sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Dalam perencanaan ini media yang akan dipakai dan cara mengunakannya telah dipertimbangkan dan ditentukan dengan seksama.

Yang mana media pembelajaran itu Media pembelajaran bisa dipahami sebagai media yang digunakan dalam proses dan tujuan pembelajaran. Pada hakikatnya proses pembelajaran juga merupakan komunikasi, maka media pembelajaran bisa dipahami sebagai media komunikasi yang digunakan dalam proses komunikasi tersebut, media. Pembelajaran memiliki peranan penting sebagai sarana untuk menyalurkan pesan pembelajaran.

Pada dasarnya guru dan ahli video visual menyambut baik perubahan ini. Guru-guru mulai merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan tingkah-laku siswa. Untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut, mulai dipakai format media. Dari pengalaman mereka, guru mulai belajar bahwa cara belajar siswa itu berbeda-beda, sebagian lebih cepat belajar melalui media.v

visual sebagian melalui media audio, sebagian lebih senang melalui media cetak, yang lain melalui media audio visual, dan sebagainya. Dari situ lahirlah konsep penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran.

Ciri ciri media pembelajaran

1. Ciri Fiksatif (Fixative Property),Ciri ini menggambarkan kemampuan media merekam, menyimpan, melestarikan, dan merekontstruksi suatu peristiwa atau objek.

2. Ciri Manipulatif (Manipulative Property), Transformasisuatu kejadian atau obyek dimungkinkan karena media memiki ciri manipulatif.

3. Ciri Distributif (Distributive Property)Ciri distributif dari media memungkinkan suatu objek atau kejadian ditransportasikan melalui ruang, dan secara bersamaan kejadian tersebut disajikan kepada sejumlah besar siswa dengan stimulasi pengalaman yang relatif sama mengenai kejadian itu.

Fungsi dan Manfaat Media PembelajaranD Juga terdapat dalam suatu proses belajar mengajar, dua unsur yang amat penting adalah metode mengajar dan media pembelajaran. Kedua aspek ini saling berkaitan yang mana emilihan salah satu metode mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media pembelajaran yang sesuai, meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media, antara lain tujuan pembelajaran, jenis tugas dan respon yang diharapkan siswa kuasai setelah pembelajaran berlangsung, dan konteks pembelajaran termasuk karakeristik siswa. 

Meskipun dengan demikian, dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru.

Levie & Lentz (1982: 20) mengemukakan empat fungsi media pembelajaran dalam proses belajar mengajar, khususnya media visual, yaitu 

1.Fungsi atensi 

Yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran.

2. Fungsi Afektif

Fungsi afektif media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar (atau membaca) teks yang bergambar. 

3. Fungsi Kognitif

Fungsi kognitif media visual terlihat dari temuan-temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.

4. Fungsi Kompensatoris

Fungsi kompensatoris media pembelajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali.

Sumber Rujukan/Daftar Pustaka 

https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/psnp/article/download/5798/4151