Jumat, 09 Juli 2021

Magang 1, pertemuan 7

 Karakteristik Peserta Didik 


 Baik lah pada kesempatan kali ini yaitu di pertemuan ke 7 saya akan membahas atau menyampaikan laporan bacaan saya yang berjudul karakeristik peserta didik .

 Yang mana Pengertian Karakteristik Peserta Didik Seorang guru dalam proses perencanaan pembelajaran perlu memahami tentang karakteristik dan kemampuan awal peserta didik.Analisis kemampuan awal peserta didik merupakan kegiatan mengidentifikasi peserta didik dari segi kebutuhan dan karakteristik untuk menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan perilaku atau tujuan dan materi. Karakteristik peserta didik didefinisikan sebagaiciri dari kualitas perorangan peserta didik yang ada pada umumnya meliputi antara lain kemampuan akademik, usia dan tingkat kedewasaan, motivasi terhadap mata pelajaran, pengalaman, ketrampilan, psikomotorik, kemampuan kerjasama, serta kemampuan sosial (Atwi Suparman, 2001: 123). Disamping pemahaman karakteristik umum diatas, terdapat juga karakteristik khusus yang disebut dengan non konvesional yang meliputi kelompok minoritas (suku), cacat, serta tingkat kedewasaan. Hal ini berpengaruh pada penggunaan bahasa, penghargaan atau pengakuan, perlakuan khusus, dan metode strategi dalam proses pengajaranKarakteristik peserta didik Ada dua karakteristik kemampuan awal peserta didik yang perlu dipahami oleh guru yakni: 

1) Latarbelakang akademik 

a. Jumlah peserta didik  

b. Latar belakang peserta didik 

c. Indeks prestasi 

d. Tingkat intelegensi 

e. Keterampilan membaca 

f. Nilai ujian 

g. Kebiasaan belajar/ gaya belajar 

h. Minat belajar 

i. Harapan atau keinginan peserta didik 

j. Lapangan kerja yang diinginkan 

Faktor-faktor sosial 

a. Usia 

b. Kematangan (maturity) 

c. Rentangan perhatian (attention span) 

d. Bakat- bakat istimewa 

e. Hubungan dengan sesama peserta didik 

f. Keadaan sosial ekonomi 


Selain itu kita juga perlu memahami karakerstik peserta didik, yang mana Manfaat memahami karakteristik peserta didik Memahami berbagai macam karakteristik awal para peserta didik diatas memiliki beberapa manfaat yakni: 

a) Memperoleh gambaran yang lengkap dan terperinci tentang kemampuan awal para peserta didik, yang berfungsi sebagai pra syarat bagi bahan baru yang akan disampaikan. Diharapkan bahan baru itu tidak terlalu mudah atau tidak terlampau sulit bagi peserta didik untuk mempelajarinya. Yang lebih baik ialah bahan baru tersebut merupakan kelanjutan pra syarat yang telah dimiliki oleh peserta didik sebelumnya. 

b) Memperoleh gambaran tentang luas dan jenis pengalaman yang dimiliki oleh peserta didik. Dengan berdasarkan pengalaman tersebut, guru dapat memberikan bahan yang lebih nyekrup dan memberikan contoh serta ilustrasi yang tidak asing bagi peserta didik. Dengan demikian, peserta didik akan lebih mudah menerima dan menyerap bahan-bahan yang baru disajikan oleh para guru. 

c) Mengetahui latar belakang sosial kultural para peserta didik, termasuk latar belakang keluarga, seperti tingkat pendidikan orang tua, tingkat sosial ekonomi, dan dimensi-dimensi kehidupan lainnya yang melatar-belakangi perkembangan sosial emosional dan mental mereka. 

d) Mengetahui tingkat pertumbuhan dan perkembangan peserta didik, baik jasmaniah maupun rohaniah. Tingkat perkembangan tersebut besar pengaruhnya terhadap keberhasilan belajar dan cara belajar peserta didik. Dengan demikian guru dapat merancang suatu rencana pengajaran yang lebih sesuai bagi mereka atas kesiapan membaca dan menunjuk para perilaku yang harus diperoleh oleh peserta didik sebelum peserta didik mulai membaca. Kematangan menunjuk pada pertumbuhan biologis yang terjadi berkat pengaruh hereditas, misalnya pertumbuhan berat, tingkat badan, besarnya otot, suara, dan lain-lain. 

e) Untuk menentukan kelas-kelas tingkah laku awal ada tiga jenis alat yang dapat digunakan, yaitu perangkat belajar, kemampuan belajar, dan gaya belajar, antara yang satu dengan yang lainnya berhubungan dengan konsep tingkah laku awal. 

f) Mengetahui aspirasi dan kebutuhan para peserta didik. Dengan cara itu guru dapat merancang strategi yang lebih tepat untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi itu, baik secara individual maupun secara kelompok. 

Langkah-langkah analisis kemampuan peserta didik Ada tiga langkah yang perlu dilakukan dalam mengadakan analisis kemampuan awal peserta didik berupa: 

a. Melakukan pengamatan atau observasi kepada peserta 

b. Tabulasi karakteristik perorangan peserta didik.

c. Pembuatan daftar strategi karakteristik peserta didik.

Jadi dapat kita simpulkan dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa memahami usia peserta didik akan berpengaruh terhadap pemilihan pendekatan pembelajaran yang akan dilakukan. Pendekatan belajar yangdigunakan terhadap usia kanak-kanak tertentu saja berbeda dengan pendekatan belajar yang digunakan terhadap anak remaja atau dewasa.  Interaksi antara guru dan peserta didik, peserta didik dengan yang lainnya tidak lagi menjadi hubungan secara sepihak tetapi lebih jauh merupakan hubungan emosional dan simpatik atau interaktif lewat proses belajar mengajar. Peserta didik tidak lagi menjadi objek didik tetapi telah tereduksi dengan polarisasi pemikiran hari dengan menyatakan bahwa peserta didik sebagai subjek didik, proses interaksi yang menyenangkan dan menggairahkan menjadikan belajar yang efektif. Dengan demikian memahami hubungan antar peserta didik bisa membantu para guru dalam mengembangkan pendekatan-pendekatan belajar yang bertumpu kepada kerjasama peserta didik dalam proses belajar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar